• 14th May 2010 - By Hasan

    Selamat Malam,

    kali ini saya akan memposting review studi kasus mengenai Lotte Departement Stores yang sekaligus tugas manajemen pemasaran

    ok, langsung saja ini adalah kasus yang disediakan

    Lotte Departement Stores

    MANAJEMEN

    Pada tahun 1979, toko utama Lotte dibuka di Myong-dong, kawasan bisnis pusat

    kota dan distrik pertokoan di Seoul, Korea, tumbuh sebagai retailer modern Korea,

    mencatat penjualan lebih dari 1 triliun won (sekitarUS$l miliar) pada tahun 2000,

    penjualan agregat sampai bulan November 2000 mencapai 1,004 triliun won, dengan

    angka rata-rata harian sebesar 3,32 miliar won. Prestasi penjualan 1 triliun won

    menunjukkan kepemimpinan pasar Lotte di Korea. Jumlah pelanggan yang

    membeli setiap hari rata-rata 55.000. Lotte berdampak unik terhadap budaya belanja

    dan gaya bisnis Korea. Strategi Bisnis yang menekankan pertumbuhan dan Economy

    of Scale. Lotte terus berkembang secara dramatis. Lotte meluncurkan cabang baru

    setiap tahun selama lima tahun terakhir, kini jumlahnya mencapai 13 cabang (tabel 3.1).

    Filosofi bisnis yang berorientasi pelanggan dan kebijakan bisnis yang unik,

    filosofi manajemen Lotte dibangun dari mission statement “Selalu Bersama Anda -

    Always With You”, manajemen Lotte berpusat pada pelanggan yang fokusnya

    menciptakan kepuasan dan kepercayaan setiap pelanggan. Gambar 3.1

    merangkum kebijakan manajemen Lotte. Department Store sebagai sebuah pusat

    hiburan yang komprehensif. Kawasan perbelanjaan yang luas, barang dagangan

    yang melimpah, dan suasana belanja yang nyaman merupakan kebanggaan Lotte

    Department Store. Restoran-restoran yang ada di dalam toko yang berlokasi di

    beberapa lantai merupakan sebuah konsep inovatif di Korea.

    Mereka tidak hanya menciptakan suatu budaya belanja yang baru namun juga

    perubahan dan perkembangan yang besar dalam budaya makan di luar (dining-out)

    Korea. Lotte menjadi pemimpin dalam industri Department Store Korea, dalam hal

    pengetahuan pengelolaan toko, desain interior dan keterampilan memajang

    barang. Contoh istimewa adalah Lotte Chamsil. Lotte Chamsil Store dikembangkan

    sebagai persiapan bagi Olimpiade Seoul tahun 1988, sebuah titik balik dalam

    pembangunan nasional Korea. Pembukaan toko di kawasan Chamsil ini menandai

    suatu fase pertumbuhan baru dalam industri ritel Korea. Toko ini

    mentransformasikan kawasan pinggiran yang semula sepi menjadi sebuah pusat

    kota baru yang hingar-bingar di mana orang-orang dapat menikmati budaya,

    belanja, dan hiburan sekaligus. Saat ini, toko Chamsil membentuk sebuah

    komplek yang mengesankan yang terdiri dari hotel-hotel, Lotte World sebuah

    theme park, beberapa mal perbelanjaan, bioskop, serta toko-toko diskon.

    Kompleks yang modern dan mengesankan seperti ini membantu

    mempromosikan citra dan status Korea sebagai sebuah negara maju.

    STRATEGI

    Gambar 3.3 Posisi Pangsa Pasar Lotte Gambar 3.2 Total Pangsa Pasar Lotte

    Pemimpin pasar sebelumnya, Shinsegae, memilih strategi-strategi bisnis

    yang sangat hati-hati. Misalnya, Shinsegae dengan hati-hati mengevaluasi

    dampak ekonomi dari semua cabang baru yang potensial. Narriun, Lotte tidak

    memiliki reservasi yang sedemikian kuat; Lotte ingin menikmati first mover

    advantage di kota-kota yang baru tumbuh atau kawasan pinggiran yang baru

    dikembangkan di sekitar Seoul. Toko-toko yang besar dan keanekaragaman

    produk yang sangat banyak dan layanan yang bagus; Lotte department store bukan lagi

    sekadar sebuah tempat di mana terjadi jual-beli. Lotte department store menjadi

    sebuah cultural plaza. Gambar 3.2 memperlihatkan total pangsa pasar Lotte

    Department Store (dalam won) adalah 29,8%. Sementara itu dalam keseluruhan

    pasar termasuk pasar tradisional, Lotte memiliki 16% pangsa pasar (Gambar 3.3).

    Lotte mengharapkan pertumbuhan penjualan terus-menerus selama lima tahu

    mendatang. Pada tahun 2000, total penjualan mencapai 6 triliun won (Gambar 3.4).

    Lotte berencana membentuk sebuah konsorsium raksasa dengan perusahaan

    manufaktur, logistik, pengaturan pembayaran (payment settlement), dan

    perusahaan siaran kecil sampai menengah yang membentuk sebuah sistem kerja

    sarha lerigkap bagi bisnis baru itu. Kepemilikan United Home Shopping dibagi

    menjadi 30% untuk Hyundai Department Store, 15% untuk kelima toko lain, dan 55%

    untuk perusahaan-perusahaan terkait.

    Aliansi strategis, sekarang berbagai macam kemitraan sedang diwujudkan di

    antara para peritel. Penggunaan silang sertifikat hadiah diadopsi oleh semakin

    banyak department store yang dimaksudkan untuk mengompensasi penjualan,

    dan kerja sama pasar di antara para distributor on line dan off line terus dicari

    untuk saling memanfaatkan kekuatan satu sama lain.

    Gambar 3.4 Penjualan Barang Menurut Kelompok

    Dengan perjanjian aliansi strategis yang ditandatangani sebelumnya, Shinsegae

    department store telah menjual barang-barangnya melalui CJ39 Shopping, perusahaan

    home shopping televisi berbasis saluran tetevisi kabel terbesar. Barang-barang private

    brand Shinsegae dan barang-barang impor dijual selama dua jam seminggu.

    Sebelumnya, perusahaan pengiriman dari rumah ke rumah dari kedua perusahaan

    Shinsegae Dream Express dan CJ GLS telah bergandengan tangan. Hyundai

    department store setuju untuk menggunakan secara ber-sama-sama sertifikat hadiah

    dengan Samsung Plaza, sebuah department store yang berbasis di Bundang, Provinsi

    Kyonggi, pada Januari 2000. Kemudian diikuti dengan kesepakatan serupa dengan

    Aekyung department store, di barat daya Seoul, dan Taegu department store, di tenggara

    negeri itu, pada bulan April 2000.

    Secara khusus, kaitan dengan Taegu department store merupakan kerja sama

    pertama antara sebuah toko Seoul dengan sebuah toko regional. Melalui penggunaan

    sertifikat hadiah secara bersama-sama dengan toko-toko yang berlokasi di berbagai

    kawasan penjualan yang berbeda, Hyundai ingin meningkatkan penjualannya. Pada

    cabang pusat perdagangannya yang berlokasi di selatan Seoul, 5% total sertifikat

    hadiah yang digunakan adalah dari Samsung Plaza. Samsung Plaza juga

    melakukan penggunaan silang dari sertifikat hadiah dengan Galleria department store di

    selatan Seoul. Sertifikat hadiah dari sebuah department store industri kecil sampai

    menengah. Happy World, di Mokdong, barat daya Seoul, tersedia di sebagian besar

    toko di Seoul. Kemitraan dengan perusahaan-perusahaan penjualan on line juga

    berkembang. Lotte.com, pusat perbelanjaan internet dari Lotte Department Store,

    sepakat untuk mengadakan kerja sama bisnis dengan situs portal Korea Telecom,

    Hanmir, pada bulan Mei, untuk mengoperasikan sebuah pusat perbelanjaan

    bersama, lotte.hanmir.com. Lotte.com berencana membuka lotte.daum.com pada

    bulan September melalui kerja sama dengan situs portal

    Daum.Shinsegaecybermall.com telah ber-operasi di situs Yahoo Korea sejak

    Oktober lalu. Seorang eksekutif Lotte.com mengatakan bahwa situs portal itu

    serta pusat perbelanjaan on line yang baru dibuka secara agresif mencari

    kemitraan dengan pusat perbelanjaan on line milik para peritel offline besar untuk

    menghemat biaya mendirikan infrastruktur serta menggunakan pengetahuan

    know-how-nya.

    GURU RITEL

    Berkompetisi dengan toko diskon. Kendati Lotte mengharapkan

    pertumbuhan yang kuat sampai 2004, namun Lotte perlu mengatasi tantangan

    dari dalam dan luar industri department store. Ancaman pertama datang dari

    perkembangan toko diskon. Persis setelah Korea membuka pasar ritel bagi para

    pesaing asing pada tahun 1996. Ketika krisis Asia mulai menghantam pada

    tahun 1997. Dengan kondisi ekonomi semacam ini, toko-toko diskon berskala

    besar tumbuh lebih cepat ketimbang department store, misalnya, E-mart, rantai

    toko diskon terkemuka dari Shinsegae department store, meraih kenaikan

    penjualan sebesar 74% dengan mencatat penjualan senilai 2.009 triliun won pada

    2000. Jumlah ini melampaui penjualan tahun sebelumnya sebesar 1,6 triliun won.

    Para pejabat perusahaan mengatakan bahwa rasio biaya operasi terhadap

    penjualan tetap sebesar 16,7% ketika membuka tokonya yang pertama di Changdong,

    Seoul, pada 1993, namun rasio itu turun menjadi 11,7%. Penurunan ini

    membantu struktur “low-cost”, dan mendapatkan keunggulan kompetitif dalam

    industri tersebut, E-mart menambah lagi tujuh toko pada tahun 2000, termasuk

    di Chonho-dong dan Kayang-dong, keduanya di Seoul.

    Di samping para pemain domestik, berbagai toko diskon asing yang

    dilengkapi dengan kekuatan modal yang besar secara agresif melakukan

    ekspansi jaringan toko mereka kendati ekonomi sedang stagnan, yang

    menyebabkan ancaman mematikan bagi rekan-rekan domestik mereka.

    Carrefour, sebuah jaringan toko diskon Francis, membuka cabang terbarunya di

    Wonchon-dong, Suwon, pada 24 November 2000 yang menjadikan jumlah

    tokonya menjadi 20, yang terbesar untuk peritel asing. Costco Wholesale dari AS

    akan membuka Price Club-nya yang kedua di Yangjae-dong, Seoul. Price Club

    yang pertama dibuka di Yangjae-dong pada tahun 1994. Satu lagi Price Club

    akan diluncurkan di Sang-bong-dong, Seoul, di mana sebuah E-mart telah

    beroperasi, pada paruh pertama tahun 2001.

    Samsung Tesco, di mana Tesco dari Inggris memiliki 80% saham

    kepemilikan, menambah lima toko lagi di tahun 2000 dan membuka empat lagi

    di tahun 2001, semua di kawasan metropolitan Seoul, yang mempercepat

    pemasarannya di kawasan itu. Untuk mendapatkan dana investasi 800 miliar

    won, perusahaan itu mengadakan acara paparan informasi besar-besaran

    dengan mengundang berbagai institusi investasi asing yang terkenal, seperti

    Morgan Stanley. Wal Mart dari AS, yang bergabung dengan bisnis penjualan

    diskon domestik yang pesat pertumbuhannya pada tahun 1998 dengan

    mengambil-alih Makro Korea, sekarang sedang bernegosiasi dengan Kirn’s Club

    tentang akuisisi dua toko diskon domestik di kawasan Seoul. Sumber-sumber

    industri mengatakan bahwa bisnis diskon selama ini sangat aktif, khususnya

    dalam saat krisis ekonomi. Pada tahun 2001, marketing push oleh Carrefour, Wal

    Mart, dan Samsung Tesco akan semakin cepat. Lotte juga telah memulai toko

    diskonnya sendiri bemama Lotte Magnets. Lotte ini berbeda dari toko diskon

    tradisional dengan berlokasi dalam kompleks perbelanjaan besar yang sama

    dengan Lotte Department Store. Lotte Department Stores telah

    menginternalisasikan bisnis took diskon itu. Toko-toko itu membidik segmen

    yang berbeda di tempat yang sama.

    MASA DEPAN

    Kendati terjadi resesi bisnis, strategi pertumbuhan tinggi industri ritel

    yang memiliki banyak toko diharapkan berlanjut pada tahun 2001. Para peritel

    besar sedang mengharapkan kenaikan penjualan sebesar 30%, terutama melalui

    perluasan jaringan yang terfokus pada sektor toko diskon. Lotte Department

    Store bermaksud memperluas keanggotaan kartu kreditnya menjelang akhir

    2001 menjadi 4,6 juta dari 3,5 juta pada saat ini. Raksasa & ritel itu berencana

    mempertahankan posisi kepemimpinannya yang dominan dalam sektor

    department store melalui pemasaran yang terdiferensiasi, seperti lebih memberi

    perhatian pada para anggota terbaiknya. Shinsegae Department Store telah

    menetapkan sasaran penjualannya sebesar 6,2 triliun won pada tahun 2001, naik

    30% dari tahun 2000. Dengan investasi sebesar 436 miliar won, perusahaan itu

    berencana membuka 13 toko diskon E-mart lagi sehingga dapat meraih pangsa

    pasar 30% dalam sektor itu, naik dari 28% pada tahun 2000. Hyundai

    Department Store berencana mendirikan dua cabang Seoul lagi di Mok-dong dan

    Mia-dong, membidik 3,5 triliun won dalam penjualan dari jaringan 13 toko

    tahun ini sementara lebih menekankan pada sektor pusat perbelanjaan internet.

    dari artikel diatas saya dapat menganalisis dan mereview kasus tersebut sebagai berikut:

    a. Apakah lingkup materi dalam manajemen pemasaran dari kasus yang

    sedang direview?

    Ruang lingkup  dari kasus ini adalah segmentasi pasar dan positioning Lotte Co., Ltd dengan melakukan first mover advantage di kota-kota yang baru tumbuh atau kawasan pinggiran yang baru

    dikembangkan di sekitar Seoul.

    b. Bagaimana latar belakang (background) yang dapat dikembangkan dari

    kasus?

    Latar belakang yang dapat dikembangkan dari kasus ini Lotte Co., Ltd yang didirikan pada June 1948 terus berkembang seiring waktu dengan filosophy bisnis mereka yaitu “Always with you” dengan menekankan user oriented, highest quality, dan originality. Sehingga Lotte berdampak unik terhadap budaya belanja dan gaya bisnis Korea.

    c. Apakah topik masalah yang dapat diambil dari kasus?

    Topik masalah yang dapat diambil dari kasus ini adalah Lotte Co., Ltd. mendominasi pasar di Korea mengalahkan saingan-saingannya dengan strategi pemasaran yang maju yang menggunakan Economic of scale.

    d. Sebutkan dukungan teori yang relevan dengan kasus!

    Dukungan teori yang relevan dengan kasus ini diantaranya adalah:

    1. Teori Orientasi Pasar

    Karena Lotte department store ingin menikmati first mover Advantage di kota-kota yang baru tumbuh atau kawasan pinggiran yang baru dikembangkan di sekitar Seoul.

    Ii          Teori Orientasi Inovasi

    Karena Lotte department store telah buat inovasi baru berupa restoran-restoran yang ada di dalam toko yang berlokasi di beberapa lantai merupakan sebuah konsep inovatif di Korea.

    e. Sebutkan sumber-sumber pengumpulan data yang dapat menjelaskan

    masalah dalam kasus!

    1. Sumber Kuantitatif

    Sumber kuantitatif dapat dilihat pada table 3.1 tentang perkembangan Lotte department store di Korea ponsel dari tahun 1979-2000 dengan informasi nama cabang, tanggal pembukaan, jumlah karyawan, jumlah vendor, luas toko, kapasitas parkir dari tahun ke tahun.

    1. Sumber Kualitatif

    Tingkat persaingan Lotte department store di Korea dengan toko diskondan toko asing.

    Jumlah karyawan yang tersedia cukup besar dan jumlah pelanggan sesuai dengan lokasi yang strategis.

    f. Apakah pendekatan alat analisis yang digunakan?

    Pendekatan alat analisis yang digunakan adalah perbandingan tingkat pertumbuhan Lotte department store dari tahun ke tahun dengan data para pesainganya.

    g. Bagaimana anda lebih lanjut dapat menggolongkan jenis pembahasan

    sekiranya akan ditulis dalam sebuah artikel?

    Saya akan menggolongkan jenis pembahasan ini kedalam strategi pemasaran Lotte department store dalam menahlukan pesaing-pesaingnya di Korea.

    h. Sebutkan judul-judul artikel/jurnal/hasil penelitian yang terkait dengan

    kasus.

    Lotte Datang Tidak Dengan Lotere

    http://indonesiaretail.com/2008/11/03/lotte-datang-tidak-dengan-lotere/

    Maju pesatnya lotte department store

    http://dianblogs-irnawati.blogspot.com/2010/04/maju-pesatnya-lotte-departement-store.html

    Sales and Marketing in Retail

    http://cantikmanager.blogspot.com/2008_10_01_archive.html

    sampai jumpa lagi di tulisan selanjutnya,

    Hasan

  • Leave a Reply


PHVsPjxsaT48c3Ryb25nPndvb19hZF9mb290ZXI8L3N0cm9uZz4gLSBmYWxzZTwvbGk+PGxpPjxzdHJvbmc+d29vX2FkX2Zvb3Rlcl9hZHNlbnNlPC9zdHJvbmc+IC0gPC9saT48bGk+PHN0cm9uZz53b29fYWRfZm9vdGVyX2ltYWdlPC9zdHJvbmc+IC0gaHR0cDovL3d3dy53b290aGVtZXMuY29tL2Fkcy93b290aGVtZXMtNDY4eDYwLTIuZ2lmPC9saT48bGk+PHN0cm9uZz53b29fYWRfZm9vdGVyX3VybDwvc3Ryb25nPiAtIGh0dHA6Ly93d3cud29vdGhlbWVzLmNvbTwvbGk+PGxpPjxzdHJvbmc+d29vX2FsdF9zdHlsZXNoZWV0PC9zdHJvbmc+IC0gZGVmYXVsdC5jc3M8L2xpPjxsaT48c3Ryb25nPndvb19hdXRvX2ltZzwvc3Ryb25nPiAtIGZhbHNlPC9saT48bGk+PHN0cm9uZz53b29fY2F0X2NvbG9yXzE8L3N0cm9uZz4gLSA8L2xpPjxsaT48c3Ryb25nPndvb19jYXRfbmF2XzE8L3N0cm9uZz4gLSB0cnVlPC9saT48bGk+PHN0cm9uZz53b29fY3VzdG9tX2Nzczwvc3Ryb25nPiAtIDwvbGk+PGxpPjxzdHJvbmc+d29vX2N1c3RvbV9mYXZpY29uPC9zdHJvbmc+IC0gaHR0cDovL2hhc2FuYmxvZy5jb20vd3AtY29udGVudC93b29fdXBsb2Fkcy8xMS1mYXZpY29uX2d1bmFkYXJtYS5qcGc8L2xpPjxsaT48c3Ryb25nPndvb19mZWVkYnVybmVyX3VybDwvc3Ryb25nPiAtIDwvbGk+PGxpPjxzdHJvbmc+d29vX2dvb2dsZV9hbmFseXRpY3M8L3N0cm9uZz4gLSA8L2xpPjxsaT48c3Ryb25nPndvb19sb2dvPC9zdHJvbmc+IC0gaHR0cDovL2hhc2FuYmxvZy5jb20vd3AtY29udGVudC93b29fdXBsb2Fkcy8xMC1ndW5hZGFybWEucG5nPC9saT48bGk+PHN0cm9uZz53b29fbWFudWFsPC9zdHJvbmc+IC0gaHR0cDovL3d3dy53b290aGVtZXMuY29tL3N1cHBvcnQvdGhlbWUtZG9jdW1lbnRhdGlvbi93b290aGVtZS88L2xpPjxsaT48c3Ryb25nPndvb19wb3N0X3NpemU8L3N0cm9uZz4gLSBmYWxzZTwvbGk+PGxpPjxzdHJvbmc+d29vX3Jlc2l6ZTwvc3Ryb25nPiAtIHRydWU8L2xpPjxsaT48c3Ryb25nPndvb19zaG9ydG5hbWU8L3N0cm9uZz4gLSB3b288L2xpPjxsaT48c3Ryb25nPndvb19zaWRlYmFyX2FkX2hyZWZfMTwvc3Ryb25nPiAtIGh0dHA6Ly93d3cud29vdGhlbWVzLmNvbTwvbGk+PGxpPjxzdHJvbmc+d29vX3NpZGViYXJfYWRfaHJlZl8yPC9zdHJvbmc+IC0gaHR0cDovL3d3dy53b290aGVtZXMuY29tPC9saT48bGk+PHN0cm9uZz53b29fc2lkZWJhcl9hZF9ocmVmXzM8L3N0cm9uZz4gLSBodHRwOi8vd3d3Lndvb3RoZW1lcy5jb208L2xpPjxsaT48c3Ryb25nPndvb19zaWRlYmFyX2FkX2hyZWZfNDwvc3Ryb25nPiAtIGh0dHA6Ly93d3cud29vdGhlbWVzLmNvbTwvbGk+PGxpPjxzdHJvbmc+d29vX3NpZGViYXJfYWRfaW1nXzE8L3N0cm9uZz4gLSBodHRwOi8vd3d3Lndvb3RoZW1lcy5jb20vYWRzL3dvb3RoZW1lcy0xMjV4MTI1LTEuZ2lmPC9saT48bGk+PHN0cm9uZz53b29fc2lkZWJhcl9hZF9pbWdfMjwvc3Ryb25nPiAtIGh0dHA6Ly93d3cud29vdGhlbWVzLmNvbS9hZHMvd29vdGhlbWVzLTEyNXgxMjUtMi5naWY8L2xpPjxsaT48c3Ryb25nPndvb19zaWRlYmFyX2FkX2ltZ18zPC9zdHJvbmc+IC0gaHR0cDovL3d3dy53b290aGVtZXMuY29tL2Fkcy93b290aGVtZXMtMTI1eDEyNS0zLmdpZjwvbGk+PGxpPjxzdHJvbmc+d29vX3NpZGViYXJfYWRfaW1nXzQ8L3N0cm9uZz4gLSBodHRwOi8vd3d3Lndvb3RoZW1lcy5jb20vYWRzL3dvb3RoZW1lcy0xMjV4MTI1LTQuZ2lmPC9saT48bGk+PHN0cm9uZz53b29fc2luZ2xlX3RodW1iPC9zdHJvbmc+IC0gZmFsc2U8L2xpPjxsaT48c3Ryb25nPndvb190aGVtZW5hbWU8L3N0cm9uZz4gLSBteXdlYmxvZzwvbGk+PGxpPjxzdHJvbmc+d29vX3VwbG9hZHM8L3N0cm9uZz4gLSBhOjk6e2k6MDtzOjY4OiJodHRwOi8vaGFzYW5ibG9nLmNvbS93cC1jb250ZW50L3dvb191cGxvYWRzLzExLWZhdmljb25fZ3VuYWRhcm1hLmpwZyI7aToxO3M6NjA6Imh0dHA6Ly9oYXNhbmJsb2cuY29tL3dwLWNvbnRlbnQvd29vX3VwbG9hZHMvMTAtZ3VuYWRhcm1hLnBuZyI7aToyO3M6NTk6Imh0dHA6Ly9oYXNhbmJsb2cuY29tL3dwLWNvbnRlbnQvd29vX3VwbG9hZHMvOS1ndW5hZGFybWEucG5nIjtpOjM7czo1OToiaHR0cDovL2hhc2FuYmxvZy5jb20vd3AtY29udGVudC93b29fdXBsb2Fkcy84LWd1bmFkYXJtYS5wbmciO2k6NDtzOjU5OiJodHRwOi8vaGFzYW5ibG9nLmNvbS93cC1jb250ZW50L3dvb191cGxvYWRzLzctZ3VuYWRhcm1hLmpwZyI7aTo1O3M6NTk6Imh0dHA6Ly9oYXNhbmJsb2cuY29tL3dwLWNvbnRlbnQvd29vX3VwbG9hZHMvNi1ndW5hZGFybWEuanBnIjtpOjY7czo1OToiaHR0cDovL2hhc2FuYmxvZy5jb20vd3AtY29udGVudC93b29fdXBsb2Fkcy81LWd1bmFkYXJtYS5wbmciO2k6NztzOjY0OiJodHRwOi8vaGFzYW5ibG9nLmNvbS93cC1jb250ZW50L3dvb191cGxvYWRzLzQtTE9HT19HVU5BREFSTUEuanBnIjtpOjg7czo2MzoiaHR0cDovL2hhc2FuYmxvZy5jb20vd3AtY29udGVudC93b29fdXBsb2Fkcy8zLUxvZ29HdW5hZGFybWEuanBnIjt9PC9saT48L3VsPg==